30 March 2010

Sekilas Tentang Gedung Chrysler

Temen-temen yang pernah menonton film yang berseting di kota New York pasti pernah melihat gedung ini:



Gedung itu bernama Chrysler.

Chrysler merupakan gedung yang tertinggi di dunia pada tahun 1930-1931. Namun setelah gedung Empire State Building diresmikan, gedung Chrysler bukan lagi sebagai gedung yang tertinggi di dunia.



Chrysler memiliki 77 lantai yang dibangun dengan material bata. Gedung ini juga bergaya Art Deco yang merupakan hasil karya dari seorang arsitek terkenal bernama William Van Alen (10 Agustus 1883-24 May 1954). Gedung ini terletak di kota New York, tepatnya di timur dari pulau Manhattan pada persimpangan 42nd Street dan Lexington Avenue.



Gaya Art Deco dapat dilihat dari bentuk ornamen yang menjadi hiasn gedung Chrysler ini. Hal ini dapat dilihat dari gaya ornamen kepala banguna yang terinspiras dari gaya kap mobil Chrysler keluaran tahun 1924. Lengkungan-lengkungan tajam dan garis-garis zig-zag merupakan ciri dari agay Art Deco tersebut. Selain itu gaya Art Deco juga tampak pada lobby yang dihiasi marmer afrika.



Struktur yang dipakai pada Chysler building adalah struktur rigid frame dengan konstruksi beton bertulang dengan baja dan bata. Pemilihan struktur tepat karena memang sesuai perhitungan struktur yang mampu menahan segala beban bangunan tinggi.



Gedung ini berfungsi sebagai perkantoran, Gedung ini pun sempat menjadi simbol kota New York selama setengah abad lamanya. Dengan gayanya yang unik, menjadikangedung ini sebagai gedung yang terlihat romantis dan berkesan irasional.

Data teknis:

Nama = Chrysler Building
Arsitek = William Van Alen
Owner = Walter P.Chrysler
Fungsi = Gedung perkantoran
Lokasi = perpotongan 42nd street dan Lexington Avenue, Midtown, Manhattan, New York City, U.S.A
Jumlah lantai = 77 lantai
Tinggi Gedung = 1.046 kaki/319 meter
Luas lantai = 111.201 m2
Tahun berdiri = 1928-1930
Gaya = Art Deco
Biaya = $ 20 juta
Material = beton, batu bata (muka bangunan), baja
Jmlh jendela = 3.882 buah
Baja struktur = 20.961 ton
Paku keling = 391.881 buah
Batu bata = 3.826.000 buah

Sekilas mengenai gaya Art Deco:

Art Deco merupakan gerakan desain yang populer pada tahun 1920 hingga 1939. Art Deco ini murni bersifat dekoratif dimana sifatnya itu mempengaruhi seni dekoratif lainnya, seperti, arsitektur, desain interior, dan desain industri, maupun seni visual.

Penulis: Dik D.F. / @arukido
sumber:
dari berbagai sumber

Reactions:

0 comments:

Post a Comment