02 September 2009

Gempa Bumi di Tasikmalaya, Jawa Barat

Kuliah telah usai, sekitar pukul 3 sore gw menuju mushola FIB UI untuk menunggu waktu ashar. Cuaca memang sedikit mendung namun cahaya matahari masih sanggup menembus gumpalan awan putih kehitam-hitaman. Pada saat gw udah sampai di mushola, gw mendengar ada yang memanggil, eh ternyata makhluk yang saya kenal alias my friend. Yaudah, kita ngobrol kan. Gw berdiri en teman gw duduk di pelataran Mushola. Lagi asik-asiknya ngobrol, tiba-tiba gw merasa badan gw goyang, cukup kenceng goyangannya!!! Aura Kasih lewat!!!! Gw belum sadar kalau itu gempa, eh pas keduakalinya lebih kencang dari yang pertama, lagsung teman gw bilang "eh gempa, gempa!!!" di berdiri ngejauhin mushola, gw langsung ngejauhin mushola juga. Trus pada rame kan tuh, anak-anak di Kansas (Kantin Sastra) sama mushola en gedung-gedung lainnya pada keluar gw lihat. Gw sendiri langsung sadar kalau itu goyangan akibat gempa. Gile brur! Benar-benar kencang banget. Selidik punya selidik, ternyata itu gempa yang berpusat Di daerah Tasikmalaya, nih gw copy dari www.tvone.co.id:

"Tasikmalaya Diguncang Gempa 7,3 Skala Richter, pada pukul 14.55 WIB. Lokasinya 142 kilometer barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat, pada kedalaman 30 km. Gempa tersebut berpotensi tsunami.

Menurut laporan kontributor tvOne, kondisi di Tasikmalaya banyak rumah rusak dan beberapa jalan aspalnya terbelah. Warga berhamburan keluar rumah, dan umumnya berkumpul di jalan raya.

Getaran gempa terasa cukup keras di Jakarta, Jawa Barat selatan, Jawa Tengah Selatan, dan Yogyakarta. Pihak BMKG mengingatkanakan adanya gempa susulan, dan diimbau warga di tepi pantai selatan untuk waspada mengingat gempa tersebut berpotensi tsunami."



Nah, tuh dia pusat gempanya. Mungkin ini adalah peringatan dari yang empunya alam semesta, yaitu Allah SWT yang tak pernah tidur dan selalu mengawasi gerak-gerik kita. Makanya, kita sebagai manusia jangan suka berbuat kerusakan di muka bumi ini dan jangan juga kita melupakan serta mengacuhkan perintahnya. Siapa bilang bencana hanya terjadi di daerah lain, Jakarta Raya juga bisa hancur luluh lantah brur!!! Makanya pada tobat dan di bulan ramadhan ini, perbanyaklah amal ibadah, biar dosa-dosa kita yang bejibun juga bisa terhapus...


"Kematian sangat dekat dengan kehidupan sedangkan kehidupan sangat dekat dengan kematian" -Dik D.F.-

sumber: www.tvone.co.id



03 August 2009

Menghasilkan manusia berotak dan berwatak

Pendidikan adalah hal yang wajib kita dapati dan jalani. Karena dengan pendidikanlah kita dapat menjadi sumber daya manusia yang tangguh dan berkualitas. Kita pun sudah menyepakati bahwa pendidikan adalah modal dasar untuk melanjutkan hidup.

Pendidikan dapat berupa pendidikan agama, akademis, kesenian, ataupun olahraga. Walaupun di masa sekarang ini, orang yang berpendidikan identik dengan pendidikan akademis. Saya akan membahas mengenai ketidaksempurnaan pendidikan di Indonesia bahkan dunia. Dimana saat ini semuanya berorientasi kepada materi.

Dalam sudut pandang saya, Indonesia telah menerapkan pendidikan yang kurang sempurna, mengapa? Menurut saya Indonesia masih kurang modern dalam hal pendidikan. Sebagaimana yang anda tahu. Namun saya akan membahas pentingnya mentisipkan moral dan akhlak di dalam proses pendidikan di sekolah dan berujung pada ujian nasional juga pertimbangannya.

Saat ini Indonesia merasa cukup, karena lancar dalam menerapkn ujian nasional yang berorientasi pada nilai. Di dalam UN, nilai yang harus dicapai untuk kelulusan mencapai 5,50 untuk setiap mata pelajaran. Bila kurang dari itu, maka siswa yang bersangkutan tidak lulus. Dari sini kita dapat mengetahui bahwa proses pendidikan yang ada di sekolah, pada umumnya adalah mencari nilai bukan ilmu. Lalu bagaimana dengan anak yang secara moral dan akhlak ia baik namun pada saat mengerjakan UN ia mendapat halangan, seperti staminanya yang kuarang sehat ataupun keadaan psikologisnya yang menurun, kemudian ia mendapat di bawah batas nila itu dan akhirnya tidak lulus? Hal ini sangat tidak adil bukan? Sementara temannya yang begajulan dan kuarng baik moral serta akhlaknya mampu untuk mendapat di atas batas nilai itu, kemudian lulus. Maka semua itu nantinya akan menghasilkan orang-orang yang dapat dikatakan generasi korup.

Lalu, dengan begitu pendidikan Indonesia hanya akan menghasilkan orang-orang yang berotak namun tak berwatak yng pada akhirnya merugikan rakyat kecil juga negara, karena kepandaiannya itu digunakan untuk dirinya sendiri dan membohongi orang lain.
Disinilah perlunya pemerintah untuk menerapkan pertimbangan saat meluluskan peserta pendidikan. Melalui kebijakan yang objektif, pemerintah dapat meningkatkan kualitas akhlak peserta pendidikan. Jadi selain UN, pemerintah dapat menerapkan ujian akhlk bagi peserta pendidikan. Ujian akhlak dapat dilaksanakan dari saat peserta pendidikan masuk hingga peserta penddikan dinyatakan lulus. Jadi bukan hanya ilmu atau nilai yang dicari, namun etika serta perangai harus menjadi tolok ukur dalam dunia pendidikan Indonesia.

23 June 2009

Riding Bike In The Small Town In Indonesia

First, I want to tell you about the positive effect of riding bike. I have felt the positive effect of riding bike. My power of leg has increase! Oh, that's great for me. I can push the pedal 10 time more faster! I can beat the motorcycle! I'm not satisfied if I'm not tired. I can ride my bike from my town to Liberty City in GTA game, hahaha. I'm just kidding baby. Sometimes I need beautiful girl to be my friend and riding bike together under the rain, haha. Just imagination...

Riding bike in my town is like riding bike in dead zone. As the crazy motorcycle, car, bus didn't have discipline. According to them, they are the owners the way, facility, and many more. F***ing pollution will be filled the fresh water, in the other hands, "predators" of the way will race each others. That made bicycler like me has no a chance for free ride. I must carefully in every second...

Oh girl, i wanna be with you...

17 June 2009

When I Was Child

When I was child...
Yeah, that statement remembered me about my memories. Still remember until now. All memories, i miss them. Playing with my friends under the sun shine. Playing football at the noon that burned my skin until black, hahaha. Running to chase each other and the laughing until crazy.

When i was child...
The time when i didn't know love, problems, sad, assignment which made me tired yet. The time when i laughed with my friends, did unnecessary things, killing without sin, catch the moments which i never got before, my mom kissed me, my dad hug me. All memories which i never forget.

When i was child...

Still laughed and sometime cried with my friends. I kicked my friend's face and i ran. My friend hit me and he ran. But tomorrow we were friend again. At the night, when stars gave their bright again, our spirits climb up to the sky. Never let them down again to the Earth.

When I was child...
All moments have saved in my mind. They're liked in archive. When i missed them, i tried to remember each moments. I missed my friends, because i did'nt meet them yet. They have moved to the other region or gone like a wind. Now, I have grew and the new moments will happen to me, some day.

I still miss them...

All memories...

When I was child...

04 June 2009

Bicycle transportation will be the future transportation

Bicycle is the transportation which uses your legs as energy to move the bike.In 1817 bicycle was invented by Baron Karl von Sauerbronn from Germany. He invented this walking machine that would help him to get around the gardens. This device uses your legs as the "motor". Pushing your legs against the ground and the propeller will move and chain will be moved. Your position as the rider is on the wooden frame supported by two in-line wheels. Handle bar as the steering for front wheel. The tires was made by the rubber. Bicycle has been many innovations, there are the statements of www.wikipedia.com:

Bicycle in Plymouth, England at the start of the 20th century

The dwarf ordinary addressed some of these faults by reducing the front wheel diameter and setting the seat further back. This necessitated the addition of gearing, effected in a variety of ways, to attain sufficient speed. Having to both pedal and steer via the front wheel remained a problem. J. K. Starley J. H. Lawson, and Shergold solved this problem by introducing the chain-drive (originated by Henry Lawson's unsuccessful "bicyclette", connecting the frame-mounted pedals to the rear wheel. These models were known as dwarf safeties, or safety bicycles, for their lower seat height and better weight distribution. Starley's 1885 Rover is usually described as the first recognizably modern bicycle. Soon, the seat tube was added, creating the double-triangle diamond frame of the modern bike.

Further innovations increased comfort and ushered in a second bicycle craze, the 1890s' Golden Age of Bicycles. In 1888, Scotsman John Boyd Dunlop introduced the first practical pneumatic tire, which soon became universal. Soon after, the rear freewheel was developed, enabling the rider to coast. This refinement led to the 1898 invention of coaster brakes. Derailleur gears and hand-operated cable-pull brakes were also developed during these years, but were only slowly adopted by casual riders. By the turn of the century, cycling clubs flourished on both sides of the Atlantic, and touring and racing became widely popular.

Bicycles and horse buggies were the two mainstays of private transportation just prior to the automobile, and the grading of smooth roads in the late 19th century was stimulated by the widespread advertising, production, and use of these devices.

Bicycle has many utility:

  1. As commuting, cycling
  2. Sport
  3. Police
  4. Physical fitness
  5. Touring
  6. Freestyle
  7. Racing
Now, bicycle get in the majority transportation. In some states, bicycle got the number one for the moda transportations. There are bike way as the way for cycling. According to me, bicycle will be getting place as the majority transportation. Since the bicycle is non-using gasoline that caused polution, bicycle will be the best transportation. The human powered transportation.

Let's take places for campaigns to use bicycle everyday!!!


source: www.wikipedia.com
My oppinion about bicycle.

Perpustakaan terbesar dunia ada di UI

Gambar perpustakaan baru UI


Di dekat Masjid Ukhuwah Islamiyah (UI) dan di dekat danau kenanga UI akan dibangun sebuah perpustakaan yang nantinya akan menjadi perpustakaan terbesar di dunia. Perpustakaan ini memiliki 8 lantai dan bentuk yang unik. sebagai gambarannya kita lihat kutipan dari www.okezone.com:

DEPOK
- Universitas Indonesia (UI) melakukan upacara pemancangan tiang pertama menandai dimulainya pembangunan Gedung Perpustakaan UI, hari ini.

Fasilitas tersebut dibangun di atas area seluas 2,5 hektare, sehingga akan menjadi salah satu perpustakaan terbesar, termodern, dan terindah di dunia. Perpustakaan ini akan menjadi salah satu motor internasionalisasi pendidikan tinggi di Indonesia. Penting artinya untuk memacu produktivitas dan inovasi kampus sebagai salah satu motor kemajuan peradaban bangsa.

Deputy Director Corporate Communications UI Devie Rahmawati mengatakan, luas bangunan keseluruhan sekitar 30.000 m2 dan merupakan pengembangan dari perpustakaan pusat yang dibangun tahun 1986-87.

Pembangunan gedung delapan lantai ini ditargetkan selesai pada bulan Desember 2009. "Proyek ini didanai dari sumber pemerintah dan industri,terutama Bank BNI, dengan anggaran senilai Rp100 miliar," papar Devi dalam siaran pers, Senin (1/6/2009).

Dia menjelaskan gedung perpustakaan ini didisain dengan konsep sustanaible building. Sebagian kebutuhan energi menggunakan sumber terbarukan (solar energy). Di dalam gedung tidak diperkenankan menggunakan plastik. "Area baru ini bebas asap rokok, hijau, serta hemat listrik, kertas dan air," ungkap Devi.

Menurut dia, Perpustakaan Pusat UI tersebut akan dapat menampung sekitar 10.000 pengunjung dalam waktu bersamaan atau diperkirakan akan menampung pengunjung sekitar 20.000 orang per hari. "Perpustakaan ini akan menampung sejumlah 3-5 juta judul buku, dilengkapi ruang baca, silent-room bagi dosen dan mahasiswa yang sedang menulis laporan penelitian atau karya ilmiah lainnya," kata Devi.

Selain itu, tambah dia, perpustakaan akan dilengkapi sistem ICT mutakhir yang menungkinkan pengunjung menikmati secara leluasa sumber informasi elektronik seperti e-book, e-journal, dan lainnya.
Sementara itu, sistem peminjaman akan berbasis sepenuhnya ICT. Akses luas akan dibuka di perpustakaan ini dengan pusat pembelajaran dan perpustakaan lain di dunia.

Sedangkan, keindahan perpustakaan lahir dari perpaduan gaya arsitektur yang unik seperti prasasti, dinding perpustakaan terbuat dari batu dan kaca yang berisi tulisan atau huruf dari seluruh dunia.

Pepohonan besar berusia 30 tahunan, dengan diameter lebih 100 cm, yang tidak ditebang saat pembangunan, melengkapi bagian depan dan samping lanskap gedung tersebut. Keindahan menjadi lengkap karena gedung mengeksplorasi secara maksimal keindahan tepi danau yang asri, sejuk, dan, teduh.

Secara lebih spesifik, fasilitas ini dimaksudkan pula bagi upaya meningkatkan mutu UI dan perguruan tinggi lain di Indonesia seperti
tercermin di ranking yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga internasional. Sebagai contoh UI mencanangkan masuk 200 besar dunia atau 30 besar Asia. Posisi UI saat ini di tingkat dunia adalah 287 dan di Asia 50 menurut versi THES QS. (ram)


Ya, semoga saja dengan dibangunnya fasilitas yang memakan biaya ratusan miliar ini, SDA civitas academica UI juga akan meningkat serta UI dapat menanjak ke posisi teratas dunia dalam menjadi universitas terbaik dunia.

03 June 2009

Keunikan semut pemotong daun

Semut, bagi kita mereka adalah binatang yang lemah berhubung bentuknya yang kecil, hitam, hidup lagi! Ya, serangga kecil itu ternyata memiliki spesies yang super. Mereka adalah yang terkuat diantara semut lainnya. Semut ini namanya semut pemotong daun. Jika disamakan dengan manusia, mungkin mereka seperti artis Arnold Schwarzneger dan Ade Rai. Saking kuatnya, mereka mampu membawa beban yang beratnya beberapa kali lipat dari berat tubuh mereka dan mereka membawa beban itu dengan rahang mereka yang juga super kuat. Ini adalah penjelasan dan gambar semut pemotong daun itu yang dikutip dari Harun Yahya:

Semut Pemotong Daun


Semut pemotong daun sedang bekerja.

Ciri-ciri khusus semut pemotong daun, yang juga disebut "Atta", adalah kebiasaan mereka membawa potongan daun yang mereka potong di atas kepalanya. Semut ini bersembunyi di bawah daun, yang sangat besar dibandingkan ukuran tubuh mereka. Daun ini mereka tahan dengan dagu yang terkatup rapat. Oleh karena itu, perjalanan pulang semut pekerja setelah bekerja seharian memberi pemandangan sangat menarik. Orang yang melihatnya akan merasa seolah lantai hutan menjadi hidup dan berjalan. Di hutan hujan, pekerjaan mereka mengambil sekitar 15 persen produksi daun. Alasan mereka membawa potongan daun tentu saja bukan untuk perlindungan dari matahari. Semut ini juga tidak memakan potongan daun. Lalu, bagaimana mereka memanfaatkan begitu banyak daun?

Ternyata Atta menggunakan daun untuk memproduksi jamur. Daun itu sendiri tidak dapat mereka makan karena di dalam tubuh mereka tak ada enzim yang dapat mencerna selulosa dalam daun. Semut pekerja menumpuk potongan daun setelah ia kunyah, dan ia simpan di ruang-ruang dalam sarang di bawah tanah. Di ruangan ini mereka menanam jamur di atas daun. Dengan ini, mereka memperoleh protein yang mereka butuhkan dari pucuk jamur.

Namun, jika Atta disingkirkan, kebun itu biasanya mulai rusak dan segera tersaingi jamur liar. Lalu, bagaimana Atta, yang membersihkan kebunnya hanya sebelum "penanaman", terlindung dari jamur liar? Cara menjaga kultur murni jamur tanpa harus selalu disiangi tampaknya bergantung pada air liur yang dimasukkan semut ke dalam kompos saat mereka mengunyah. Diduga air liur tersebut mengandung antibiotik yang menghambat pertumbuhan jamur yang tak diinginkan. Air liur juga mungkin mengandung zat pendukung pertumbuhan untuk jamur yang tepat. Yang harus direnungkan adalah: Bagaimana semut ini belajar membudidayakan jamur? Apakah mungkin, pada suatu hari seekor semut kebetulan mengambil daun dengan mulutnya dan mengunyah-nya? Lalu secara kebetulan lagi ia menempatkan cairan yang kini mirip bubur ini di atas lapisan daun kering yang benar-benar secara kebetulan merupakan lahan yang cocok? Dan semut lain membawa potongan jamur dan menanamnya di situ? Dan akhirnya semut itu tahu di situ akan tumbuh sejenis makanan yang dapat mereka makan, sehingga mereka mulai membersihkan kebun, membuang bahan yang tak perlu, dan me-manennya? Lalu mereka menyampaikan proses ini kepada seluruh kolo-ni satu per satu? Selain itu, mengapa mereka membawa semua daun itu ke sarang meskipun tak dapat mereka makan?

Selanjutnya, bagaimana semut ini mampu menciptakan air liur yang mereka gunakan saat mengunyah daun untuk memproduksi jamur? Kalaupun misalnya mereka entah bagaimana dapat membentuk air liur ini, dengan informasi apa mereka dapat memproduksi antibiotik dalam air liur mereka yang mencegah terbentuknya jamur liar? Bukankah diperlukan pengetahuan ilmu kimia yang signifikan untuk bisa mencapai proses seperti itu? Andaipun mereka memiliki pengetahuan itu - yang mustahil terjadi - bagaimana mereka bisa mene-rapkannya dan mem-buat air liur mereka memiliki ciri-ciri zat antibiotik ini?

Jika kita pikirkan bagai-mana semut dapat mewujudkan peristiwa mukjizat ini, akan muncul ratusan pertanyaan serupa, yang satu pun tak ada jawabannya.

Di lain pihak, jika di-berikan satu penjelasan, semua pertanyaan ini bisa dijawab. Semut telah di-rancang dan diprogram untuk mengerjakan tugas yang mereka laksanakan. Peristiwa yang diamati tadi sudah cukup untuk membuktikan bahwa semut dimunculkan, dengan mengetahui ilmu pertanian. Pola perilaku kompleks seperti ini bukanlah fenomena yang bisa berkembang bertahap seiring waktu. Pola-pola ini adalah hasil dari pengetahuan yang komprehensif dan kecerdasan yang tinggi. Maka dari itu, klaim evolusionis bahwa perilaku menguntungkan diseleksi seiring waktu dan organ yang diperlukan berkembang melalui mutasi, kini tampak sama sekali tidak masuk akal. Tentu hanya Allah yang memberikan pengetahuan ini kepada semut dari hari pertama, dan Yang menciptakan mereka dengan segala segi yang menakjubkan ini. Allahlah sang Pencipta. Berbagai keunikan semut Atta yang di atas memberikan suatu gambaran yang akan sering kita temui di seluruh buku ini. Kita membicarakan suatu makhluk hidup tanpa kemampuan berpikir, tetapi tetap saja dapat menyelesaikan tugas besar yang memperlihatkan adanya kecerdasan tinggi. Hal ini tak terbayangkan oleh manusia.

Lalu, apa arti semua ini?

Jawabannya hanya satu dan sederhana: Jika hewan ini tidak memi-liki kemampuan berpikir untuk memungkinkannya melakukan apa yang ia lakukan, berarti ada kecerdasan, ada Kebijakan sosok lain. Sang Pencipta, yang menciptakan semut, menjadikan pula hewan ini mampu melakukan hal-hal di luar kapasitasnya sendiri. Demikianlah Dia me-nunjukkan keberadaan-Nya dan keunggulan dalam ciptaan-Nya. Semut bertindak menurut ilham Allah dan kecerdasan yang ditampilkan sebenarnya adalah kearifan Allah.







Dalam gambar di bawah, seekor Atta, ditemani penjaganya yang berukuran kecil, membawa selembar daun.

Sebenarnya, hal serupa terlihat di seluruh dunia hewan. Kita ber-temu berbagai makhluk yang menampilkan kecerdasan yang sangat tinggi meskipun mereka tak memiliki pikiran yang mandiri atau kapa-sitas nalar. Semut adalah salah satu hewan yang paling mencolok dan seperti hewan lain, sebenarnya bertindak sesuai dengan program yang diberikan oleh Kehendak yang melatihnya. Ini mencerminkan kearifan dan kekuasaan si Pemilik Kehendak, yakni Allah.

Sekarang mari kita lanjutkan meninjau keterampilan unggul semut, yang memiliki pengetahuan dasar.

Metode Pertahanan Atta yang Menarik

Pekerja berukuran sedang dari koloni semut pemotong daun melewatkan hampir seluruh hari mereka membawa daun. Mereka jadi sulit membela diri selama kegiatan ini, karena mereka memegang daun dengan dagu yang biasa mereka gunakan untuk membela diri. Jadi, jika mereka tak mampu membela diri, siapa yang melindungi mereka?

Telah diamati bahwa semut pekerja pemotong daun selalu berjalan ditemani pekerja yang berukuran lebih kecil. Pada mulanya ini diper-kirakan hanya kebetulan. Lalu, alasan di balik hal ini diteliti dan temuan-nya, yang merupakan hasil analisis yang panjang, adalah contoh kerja sama yang menakjubkan.

Semut berukuran sedang, yang bertu-gas membawa daun, menggunakan sis-tem pertahanan yang menarik untuk melawan jenis lalat musuh. Lalat musuh ini memilih tempat khusus untuk berte-lur pada kepala se-mut. Tempayak yang menetas dari telur ini akan mema-kan kepala semut, dan pada akhirnya memenggalnya. Tanpa asistennya yang kecil, semut pekerja tak berdaya melawan spesies lalat yang selalu siap menyerang ini. Dalam keadaan normal, semut mampu mengusir lalat yang mencoba mendarat di tubuh mereka dengan rahang setajam gunting. Namun, ia tak dapat melaku-kannya selagi membawa daun. Oleh karena itu, ia menaruh semut lain pada daun yang dibawanya untuk membelanya. Jika diserang, para penjaga kecil ini bertarung melawan musuh.

Jalan Raya Atta

Jalan yang digunakan Atta, saat membawa pulang daun yang me-reka potong, mirip jalan raya mini. Semut yang merayap perlahan di jalan ini mengumpulkan semua ranting, kerikil kecil, rumput, dan tumbuhan liar dan menyingkirkannya ke satu sisi. Dengan demikian, mereka membuat jalan bersih bagi mereka sendiri. Setelah lama bekerja secara intensif, jalan raya ini menjadi lurus dan mulus, seolah dibangun dengan alat khusus.

Selagi membawa daun yang mereka potong, Atta membersihkan jalan yang mereka gunakan dari segala macam potongan ranting, kerikil, dan sisa rumput. Jadi, mereka menyiapkan semacam “jalan raya” bagi diri mereka sendiri.

Koloni Atta terdiri atas pekerja sebesar butir pasir, prajurit yang beberapa kali lipat lebih besar, dan "pelari maraton" berukuran sedang. Pelari maraton ini berlari membawa potongan daun ke sarang. Semut-semut ini begitu rajin sehingga, dengan ukuran manusia, setiap pekerja bagaikan orang yang berlari menempuh jarak satu mil per empat menit sepanjang 50 km, sambil memanggul 227 kg di bahunya.

Dalam sarang Atta, ada ruang-ruang sebesar kepalan tangan sedalam hingga 6 meter. Pekerja mini bisa memindahkan sekitar 40 ton tanah saat menggali sejumlah besar ruangan dalam sarang mereka yang besar. Pembangunan sarang selama beberapa tahun oleh semut ini memiliki tingkat kesulitan dan standar profesionalisme tinggi yang setara dengan pembangunan Tembok Besar Cina oleh manusia.

Inilah bukti bahwa Atta tidak bisa dipandang sebagai makhluk seder-hana yang biasa. Semut, pekerja sangat keras, mampu merampungkan tugas rumit yang sulit dilakukan manusia. Sesungguhnya satu-satunya Pemilik kekuasaan yang bisa memberi mereka keterampilan seperti ini adalah Allah. Sungguh tidak logis jika kita mengatakan bahwa mereka memperoleh semua keterampilan ini sendiri dan dengan kemauan sendiri.

Teknik Semut Atta Memotong Daun

Saat semut memotong daun dengan mandibula (rahang), seluruh tubuhnya bergetar. Para ilmuwan mengamati bahwa getaran ini mem-buat daun diam, sehingga memudahkan pemotong-an. Pada saat yang sama, bunyi ini dapat menarik perhatian para pekerja lain - semuanya betina - ke tempat tersebut untuk me-nyelesaikan memotong seluruh daun. Si semut menggosokkan dua organ kecil pada perutnya untuk menghasilkan getaran ini, yang bisa didengar manu-sia sebagai bunyi yang sangat lirih. Getaran ini di-kirim melalui tubuh hingga mencapai mandibula se-mut yang mirip arit. Dengan menggetarkan bokongnya secara cepat, semut ini memotong daun berbentuk sabit dengan menggetarkan mandibula, mirip dengan pisau listrik.

Teknik ini memudahkan pemotongan daun. Namun, diketahui bahwa getaran ini juga memiliki tujuan lain. Seekor semut yang memotong daun akan menarik semut lain ke tempat yang sama karena banyak tumbuhan lain di daerah tempat tinggal Atta beracun. Karena menguji setiap daun oleh masing-masing semut merupakan prosedur yang berisiko tinggi, mereka selalu pergi ke tempat di mana semut lain telah berhasil merampungkan tugas mereka.


Nah, itulah mereka si semut pemotong daun yang julukannya semut Atta. Mereka merupakan semut yang disiplin, memiliki etos kerja yang tinggi dan profesionalisme. Mereka bekerja dengan rapi bahkan mereka membersihkan kembali jalan yang telah mereka gunakan. Coba bandingkan dengan manusia sekarang, apakah mereka bekerja dengan profesionalisme dan disiplin yang tinggi? Wah, kayaknya jauh banget deh... Seharusnya manusia belajar dari alam sekitar bahwa ada kebesaran Allah SWT yang begitu berarti bagi hidup manusia.

sumber: www.harunyahya.com,
opini sendiri

01 June 2009

Jalan raya, watak kita sekarang...

Sebuah percakapan antara pengguna jalan raya.

Supir angkot: Minal, minal, minal (maksudnya terminal). (Ia pun menghentikan mobilnya yang penuh asap hitam di pinggir jalan yang bertandakan letter S)

Pengemudi dibelakangnya: Woy goblok!!, jangan berenti mendadak!

Supir angkot: Lu yang bego! Udah tau gua nyari duit!

Pengemudi: Lu yang bego! Nyari duit jangan rugiin orang dong!!!

Supir angkot: Bacot lu!!! Ribut aja sini ama gua!!!

Pengemudi: Kurang ajar!!! Nantangin lu ya!!! (sambil buka pintu)

Dan mereka pun terlibat perkelahian antan pengguna jalan raya deengan disaksikan oleh penonton yang terdiri anak usia 1-15 tahun dan orang-orang dewasa lainnya....


Dulu orang Indonesia terkenal dengan keramah-tamahannya tapi sekarang kita tahu sendiri bagaimana watak orang Indonesia pada umumnya. Lihat saja di jalan raya, bagaimana orang Indonesia mengemudikan kendaraannya yang dapat dianalogikan mengemudikan emosi mereka untuk mencapai tujuannya. Lalu, bagaimana mereka menyikapi orang-orang yang akan meyeberang jalan raya dan kendaraan yang lebih kecil dari mereka, seperti motor atau sepeda yang akan menyeberang jalan? Terkadang sumpah serapah keluar dari mulut mereka yang mungkin tak memiliki dan tak tahu etika berkendara. Kesabaran bukan check list mereka, terutama kendaraan umum yang biasanya tak memperdulikan keselamatan orang lain dan akibatnya kecelakaan adalah masalah utama di jalan raya. Mereka pun tak peduli dengan polusi udara kita yang sangat tinggi. Malah pemerintah memanjakan pengguna kendaraan itu dengan memfasilitasi kendaraan bermotor mereka seperti, melebarkan jalan raya, membangun jalan raya, mempermudah pembuatan SIM, dll. Inilah indikator watak orang Indonesia saat ini, dapat tercermin melalui jalan raya. Dekadensi moral ternyata juga terjadi di jalan raya dan inilah fakta yang terjadi saat ini. Dulu orang Indonesia tak seperti itu, kehangatan dan rasa persaudaraan masih sangat kuat meskipun di kota-kota tempat mereka bermasyarakat. Dan mengapa orang Indonesia berubah drastis wataknya? Tak lain karena warisan penjajah kita seperti Belanda. Belanda telah menjajah kita selama kurang-lebih 350 tahun. Selama itu pula mereka 'membuang kotoran' alias menularkan kebiasaan orang eropa yang notabene tak sesuai dengan tatakrama bangsa Indonesia, seperti pergaulan bebas, minuman keras, emosi yang meledak-ledak, dll. Kemudian, Belanda menyerap etika serta tata krama bangsa Indonesia yang luhur melalui pergaulan di masyarakat. Lalu setelah kekalahan Belanda, mereka pulang dengan membawa 'oleh-oleh' tata krama bangsa Indonesia ke negaranya dan menerapkan apa yang mereka dapat dari Indonesia. Hasilnya orang Belanda adalah orang yang sangat bersahabat dan hangat dalam bergaul. Senyum dan sapa adalah daftar utama mereka sebelum sarapan. Sedangkan, kita bangsa Indonesia menyerap kebiasaan mereka dengan dalih sebagai budaya yang modern dan inilah hasilnya, dekadensi moral. seiringnya waktu berjalan semakin rendah pula moral bangsa Indonesia hingga saat ini. Entah di jalan raya maupun di tempat lain, kita sering bertindak seakan tidak punya moral. Lalu dimana budi luhur yang kita junjung dulu? Sadarlah untuk semua bahwa kita hidup untuk memperbaiki peradaban bangsa bukan untuk saling mengejek dan berpecah. Ada banyak pihak di luar sana yang tertawa saat kita saling pukul, saling meludah, saling menghina dan ingin kita agar terpecah belah lalu perang saudara...

created by Dik Dik F.

27 May 2009

Menikah saat kuliah (muda brur!)?

Sebuah polilog antara anak, bokapnya en nyokapnya....

Don Carlos (anaknya): Mi bentar lagi Dony (pangilan sayang dari Don) mau merrit niy ama si Angela....

Mami: Apa kamu bilang? Merit (nikah dalam bahasa gaul yang di selewengkan dari bahasa Inggris)? Nei, nei,nei (no,no,no) enak aja kamu bilang mau merit! Emang umur kamu baru berapa sih? Kuliah aje belom bener kamu, mau pake kawin segala!

Don Carlos: Ya mi, Dony kan ga mau pacaran lama-lama, dosa mi...

Mami: Kalo lw kawin (udah kesel) bini ama anaklw mau dikasih makan apa? Batu????

Don Carlos: Ya jangan mi ntar keselek lagi....

Bokapnya tiba-tiba dateng en langsung terlibat dalam percakapan antar generasi itu.....

Papi: Walaaaaaah, koq ribut-ribut ya, ada apa ini????

Mami: Dony, anak kita, katanya pengen kawin, lulus kuliah aja belum pake mau kawin segala dia....

Papi: Nikah apa kawin???????

Don Carlos: Nikah dulu pi baru kawin, gitu lho.... Iya pi aku mau nikah di usia muda....

Papi: Hah? kesambet setan apaan kamu??? Gak kuliah dulu, baru cari kerja yang bener trus punya rumah sendiri, punya mobil yang bagus, senengin papi-mami dulu, baru kawin...

Don Carlos: yah kelamaan pi, kalo gitu mah ampe umur 50 tahun juga belom tentu kesampean....

Mami en Papi: senengin kita dulu baru kawin!!!!!

Don Carlos: Haduh-haduh, mau ibadah aja susah (sambil ngelus dadanya)....

Menikah muda, bukan suatu yang memalukan kan? Tentu bukan jika bukan Married By Accident. Namun, di saat kita akan melaksanakan sunnah Rasulullah SAW dan perintah Allah itu, mengapa banyak yang bertanya-tanya? Oke taruhlah saya menikah di usia belia (mungkin 22 tahun nanti), lalu apa bedanya dengan pernikahan di atas usia 30 tahun? Cuma beda waktunya kok. Mengenai masalah kedewasaan, hal itu kan relatif. Ada remaja usia 20 tahun sudah bisa mandiri dan bersikap dewasa dan ada bapak-bapak 35 tahun lebih masih bersikap bergantung pada orang lain. Menikah muda adalah jalan untuk menghindari maksiat kok, kenapa harus dipertentangkan. Oke jika pihak laki-lakinya belum bisa mandiri, namun orangtua bisa membantu kan? Nah disitu peran sebagai orang tua, apakah mereka mendukung anaknya untuk mencari pahala atau mendukung anaknya tetap menimbun dosa ( pacaran). Yeah, di masa ini memang banyak sekali godaan, entah itu godaan nafsu dunia atau nafsu syahwat. Lihat saja remaja-remaja di kota besar Jakarta, banyak dari mereka menempuh jalan '"hitam" untuk memenuhi godaan itu (bagi yang tak kuat iman). Fakta pun menyebutkan bahwa hampir 50% remaja ibukota yang pernah melakukan free-sex. Lalu dimana peran orang tua terhadap anaknya untuk menjaga agar mereka tak tersesat? Salah satu jalannya adalah nikah muda. Memang reaksi yang beredar dalam masyarakat kita tentang nikah muda adalah reaksi yang negatif. Di kepala mereka kemungkinan besar suudzon yang ada. Masa kecil-kecil dikawinin? Bunting duluan ye? Warisannya banyak sih? Ya, sekitar itu lah yang ada. Sedang reaksi positif mungkin hanya dari orang seperti ulama ataupun orang yang mengerti agama. Apa salah ya jika nikah muda semata-mata untuk menjaga nafsu? Ya nggak juga, tergantung individunya, kalau mereka hanya ingin bersenang-senang sesaat ya salah, tapi jika mereka ingin mencari ridha Allah melalui ibadah ternikmat itu, ya dianjurkan. Saya sendiri sudah punya niat untuk menikah muda dan di saat kuliah ini, dan sudah saya utarakan keinginan itu kepada orangtua, lalu reaksi mereka mungkin setengah hati kali ya memberi jawabannya, silahkan kalau sudah kerja. Kerja? Boleh kalau sudah kerja, lalu kerja yang seperti apa? Kerja kantoran! Bagi orangtua sekarang kerja yang benar-benar kerja yang kerja kantoran. Jawaban itu mengindikasikan bahwa saya harus mapan dulu baru menikah....

created by Dik Dik...

26 May 2009

Penyebab Kehancuran Peradaban Manusia

  1. Pergaulan bebas,
  2. Minuman keras,
  3. Ketidak jujuran,
  4. Tidak bertanggung jawab,
  5. Dusta,
  6. Korupsi,
  7. Tidak disiplin,
  8. Tidak beragama,
  9. Jauh dari mengingat Allah,
  10. Cinta dunia,
  11. Sombong,
  12. Tayangan berefek negatif,
  13. Sekulerisme,
  14. Pluralisme,
  15. Kapitalisme,
  16. Materialisme,
  17. Atheisme,
  18. Komunisme,
  19. Animisme dan Dinamisme,
  20. Westernisasi,
  21. Kebodohan,
  22. dan lain-lain.

06 May 2009

Dengarkan Curhatku

Dengarkan curhatku tentang Indonesia, bumi yang sangat subur dan semua orang pun tahu. Dulu kala, Indonesia dipuja-puja sebagai bangsa dan negara yang dipandang di kawasan Asia ini, namun kini..... Tidak!!! Indonesia berubah menjadi negara dimana keadilan tak memihak kepada rakyat. Tempat bercokolnya koruptor kelas teri hingga kelas kakap. Tempat dimana hukum menjadi barang dagangan yang sepertinya dijajakan di sebuah institusi hukum. Tempat dimana rakyat kecil selalu menangis, tertindas orang-orang elit yang merasa dirinya sebagai pemilik setiap jengkal tanah. Keadilan kini hanyalah sebuah angan-angan. Di saat para caleg atau capres berkoar-koar akan memihak dan mengutamakan kepentingan rakyat, di dalam hati mereka pun mendustai ucapannya sendiri. Para wakil rakyat yang telah terpilih, apa kontribusi mereka terhadap rakyat yang harus dibela? Kebanyakan dari mereka hanyalah pecundang yang bersembunyi di balik tumpukan uang. Dan bermain-main dengan uang rakyat yang diperas dari peluh seorang penarik becak. Fakta pun berbicara bahwa seperti itu keadaannya...

Ya Allah...
Apa yang dirasakan para pahlawan kita yang telah membebaskan Indonesia tercinta ini dari belenggu penjajah? Indonesia yang dulu dibela, kini telah terbelenggu oleh anak-cucunya sendiri...

30 April 2009

Ahmadiyah

International Jihad Analysis - Di masa Rasulullah SAW ada seseorang yang mengaku nabi, bernama Musailamah Al-Kaddzab. Gelar Al-Kaddzab berarti si Pendusta, karena dia memang berdusta dengan mengaku sebagai nabi. Selain mengaku nabi, Musailamah juga merasa mampu menandingi ayat Al-Qur’an dengan gubahannya sendiri Ad Difda’u atau Katak. Al Jahiz, sastrawan Arab dalam bukunya ‘Al Hayawan’ mengomentari gubahan nabi palsu ini dengan mengatakan: ”Alangkah kotornya gubahan yang dikatakannya sebagai ayat Al-Qur’an itu yang turun kepadanya sebagai wahyu.”

Ghulam Mirza
Ghulam Mirza Ahmad Bersama Para Pengikutnya, Dia Ditengah, Barisan ke 2 dari Kiri no 4,Laknatullah..


Kini, seseorang kembali mengaku nabi. Namanya Mirza Ghulam Ahmad, lahir di Qodian (India) pada tanggal 15 Februari 1835 M dan meninggal tanggal 26 Mei 1908 M. Selain mengaku nabi dan rosul, Mirza juga mengaku sebagai Imam Mahdi, serta mengaku menerima wahyu, yang disebut dengan Tadzkirah. Dengan kitab ‘suci’ yang dibuatnya ini Mirza Ghulam Ahmad membai’at murid-muridnya dan mengembangkan sekte sesat dan menyesatkan dengan nama Ahmadiyyah. Saat ini Ahmadiyyah yang masuk di Indonesia sejak tahun 1935 telah mempunyai sekitar 200 cabang, terutama di Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Palembang, Bengkulu, Bali, NTB dan lain-lain.

Di masa lalu, para Sahahabat, seperti Abu Bakar Ash Shiddiq segera mengirimkan panglima terbaik dalam Islam, Khalid bin Walid sang pedang Allah untuk menghabisi sang nabi paslu, Musailamah Al Kadzzab. Sebelumnya telah dikirim, panglima Islam lainnya, Usamah bin Zaid yang teryata kewalahan menghadapi nabi palsu tersebut, Musailamah Al-Kadzab dan istrinya, Sajah. Barulah ketika tentara Islam pimpinan Khalid bin Walid ini menyerbu Musailamah Al-Kaddzab di Yamamah, maka sang nabi palsu Musailamah terbunuh bersama 10.000 orang murtad lainnya. Ath-Thabari, seorang sejarawan Islam menyebutkan bahwa belum pernah ada perang sedahsyat itu dalam memerangi kesesatan, terutama ajaran yang sesat dan menyesatkan.

Tadzkirah Kitab “Suci” yang Menyesatkan

“Apabila engkau (Mirza) berniat untuk mengerjakan pekerjaan yang besar, maka bertawakallah kepada Allah, dan jadikanlah perahu (jema’at di hadapan Kami menurut wahyu Kami). Orang-orang yang mengambil bai’at kepada engkau (yakni murid-murid engkau), mereka bai’at kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka”.

(Kitab “Suci” Tadzkirah, hal 163)

Mirza Kafir

Dalam buku Ahmadiyyah & Pembajakan Al-Qur’an karya M.Amin Djamaluddin, disebutkan bahwa kitab “suci” Ahmadiyyah, Tadzkirah telah membajak ayat Al-Qur’an sebanyak 132 ayat. Dalam Tadzkirah sang nabi palsu, Mirza Ghulam Ahmad mencampur-adukkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan bahasa Arab, bahasa Urdu, dan bahasa Persia.

Wahyu palsu yang diklaim Mirza Ghulam Ahmad diturunkan padanya sebenarnya adalah bajakan dari potongan beberapa ayat Al-Qur’an dari surat Ali Imran ayat 159, Surat Hud ayat 37 dan surat Al-Fath ayat 10 yang disambung menjadi satu ‘wahyu’. Dengan wahyu rekayasa inilah Mirza Ghulam Ahmad membentuk aliran sesat Ahmadiyyah dengan suatu keyakinan Jama’at Ahmadiyyah itu identik dengan perahu nabi Nuh a.s. Menurut Mirza, barang siapa yang tidak mau masuk dalam Jama’at Ahmadiyyah sama saja dengan orang yang tidak mau naik (masuk) dalam perahu nabi Nuh Nuh dan akan tenggelam semuanya yaitu akan masuk neraka.

Ahmadiyyah juga menganggap kitab “suci” Tadzkirah sama sucinya dengan kitab suci Al-Qur’an, bahkan lebih besar. Jama’at ini juga mempunyai tempat suci tersendiri yaitu Qadian dan Rabwah. Mereka bahkan memiliki surga sendiri yang letaknya di Qadian dan Rabwah dan serifikat kavling surga tersebut dijual kepada jama’ahnya dengan harga yang sangat mahal. Parahnya lagi, wanita-wanita Ahmadiyyah haram menikah dengan laki-laki yang bukan Ahmadiyyah, tetapi lelaki Ahmadiyyah boleh kawin dengan perempuan yang bukan Ahmadiyyah. Selain itu, seorang pengikut Ahmadiyyah tidak boleh bermakmum dengan (di belakang) imam yang bukan Ahmadiyyah. Ahmadiyyah juga mempunyai tanggal, bulan, dan tahun sendiri, yang mereka beri nama dengan Hijri Syamsyi atau disingkat menjadi HS.

Keanehan dan penyimpangan-penyimpangan ini barulah sebagian kecil dari pokok-pokok ajaran Ahmadiyyah yang sesat dan menyesatkan. Bahkan Ahmadiyyah bisa disebut sebagai sebuah agama baru, dan bukan Islam. Hal ini karena Ahmadiyyah memiliki nabi tersendiri, yakni Mirza Ghulam Ahmad, kitab “suci” tersendiri yaitu Tadzkirah, dan ajaran-ajaran tersendiri yang menyimpang jauh dari ajaran Islam. Dr. Muhammad Iqbal, ilmuan Islam yang juga berasal dari India mengingatkan :

“Sesungguhnya Qadianisme (Ahmadiyyah) adalah gerakan penentang Nabi Muhammad SAW, dan komplotan penentang Islam dan agama yang terpisah, dari agama Islam, bahwa Qadianisme adalah umat yang berdiri sendiri bukan bagian dari umat Islam”.

“Sesungguhnya Qadianisme (Ahmadiyyah) akan menarik umat nabi Muhammad SAW dan mendirikan umat baru di India. Sesungguhnya Qadianisme lebih berbahaya bagi kehidupan masyarakat Islam Hindia dibangdingkan aliran Spenoza dengan filosof Yahudi yang memberontak dengan peraturan-peraturan Yahudi”.


Ahmadiyyah : Rekayasa dan Konspirasi Musuh Islam

Dalam salah satu kitabnya, Mirza Ghulam Ahmad menulis : “ Aku adalah Imamuzzaman pada abad sekarang dan Allah telah menghimpun tanda-tanda pada diriku”. Mirza mengaku dan menganggap dirinya Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu dan dijanjikan kedatangannya oleh umat Islam seluruh dunia.

Jema’at Ahmadiyyah meyakini bahwa Allah SWT telah membangkitkan seorang utusan rohani umat manusia di seluruh dunia, yaitu Hazrat Mirza Ghulam Ahmad sebagai Masih Mau’ud dan Imam Mahdi. Mirza Ghulam Ahmad sendiri menyatakan bahwa “Barang siapa yang tidak benar-benar yakin bahwa akan hadirnya Masih dan Mahdi yang dijanjikan, ia bukan dari Jama’atku, yakni jama’at Ahmadiyyah.

Cerita dan klaim konyol seperti ini sudah sering terjadi sebelumnya yang teryata didalangi oleh musuh-musuh Islam. Musuh-musuh Islam memanfaatkan nubuwah (berita kenabian) diutusnya Imam Mahdi di akhir zaman dengan memanipulasi sosok Al Mahdi dan memunculkan tokoh-tokoh rekayasa untuk dipercaya sebagai Al Mahdi, termasuk Mirza Ghulam Ahmad.

Keyakinan akan turunnya Imam Mahdi telah dimanipulasi oleh musuh-musuh Islam, salah satunya Inggris. Inggris yang pada waktu itu menjajah India, kesal dan putus asa terhadap sikap kaum muslimin yang anti pati dan nonkooperatif terhadap Inggris. Sikap umat Islam ini membuat mereka terpojok dibanding umat Hindu yang bersikap kooperatif. Dalam kondisi lemah dan tertindas inilah muncul gerakan Mahdiisme yang dipelopori Ahmadiyyah yang berorientasikan pada pembaharuan pemikiran. Mirza Ghulam Ahmad tampil sebagai sosok yang mengaku telah diangkat sebagai Al-Mahdi dan Al-Masih oleh Tuhan, merasa mempunyai tanggung jawab moral untuk memajukan Islam dan umat muslim dengan memberi interpretasi baru terhadap ayat-ayat Al-Qur’an sesuai dengan tuntutan zamannya, sebagai yang diilhamkan Tuhan kepadanya.

Dalam novel The Mahdi karya AJ Quinnel (1981) diceritakan konspirasi antara agen M-16 (Inggris) dengan agen CIA (Amerika) dalam merekayasa kehadiran sosok Al Mahdi, Abu Qadir, seorang sufi asal Saudi. Dalam sinopsis novel tersebut dikatakan : Sebuah cerita spionase spektakuler tentang dinas-dinas rahasia internasional yang merencanakan untuk menguasai kekuatan Islam yang sedang berkembang melalui sebuah mukjizat buatan, di depan mata jutaan umat Islam beriman di Kota Mekah. Menampilkan seorang Mahdi baru : Itulah sasaran yang ingin dicapai setiap agen dinas rahasia Barat. Seorang ‘nabi boneka’ merupakan sebuah kunci yang tak terbayangkan bagi kekuatan internasional. Menampilkan, sudah tentu seorang “nabi” yang tetap berfungsi sebagai boneka.

Fenomena munculnya nabi-nabi palsu akhir zaman seperti Mirza Ghulam Ahmad, Ahmad Mosadeq, hingga Lia Aminuddin dengan klaim sebagai Al Masih, menerima wahyu dari Jibril a.s. sekaligus mengaku sebagai nabi yang mendapat wahyu menjadi realitas tak terbantahkan akan adanya konspirasi untuk menghancurkan Islam yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam. Pelbagai cerita “mukjizat” biasanya diumbar oleh para nabi palsu ini untuk meyakinkan para pengikutnya. Padahal, bisa jadi “mukjizat” palsu itu sengaja diciptakan oleh musuh-musuh Islam, baik yang nyata maupun tidak.

Untuk membuktikan kemahdian Abu Qadir, agen Inggris M-16 membangun instalasi komunikasi rahasia dalam gua yang biasa digunakan sang sufi untuk meditasi. Lewat satelit, diproduksilah visualisasi ketika Nabi Muhammad menerima wahyu yang pertama, sehingga seolah dia pun menerima ‘wahyu’.

Sementara itu, Mirza Ghulam Ahmad mengaku menemukan sebuah makam di Srinagar, Punjab, India. Menurutnya makam tersebut adalah makam Yus Asaf yang diyakini sebagai Isa Al-Masih, sesudah pengembaraannya yang panjang dari Palestina ke Kashmir, India. Sesudah penemuan makam tersebut, barulah dicari hadits-hadits mahdiyah (tentang Imam Mahdi) yang relevan sebagai dasar keyakinan Ahmadiyyah. Maka pada tahun 1890, Mirza Ghulam Ahmad pun mendakwahkan dirinya sebagai Imam Mahdi. Selaku Imam Mahdi ia mendapat wahyu dari Allah SWT, yang berbunyi : “Bangkitlah! Waktu yang ditetapkan untukmu telah tiba…”

Dalam situs resmi Ahmadiyyah Indonesia, terdapat artikel tentang biografi Mirza Ghulam Ahmad yang ditulisnya sebagai Imam Mahdi dan Masih Mau’ud (Al Masih yang ditunggu). Lewat situs ini Ahmadiyyah gencar berpropaganda, bahkan menyiarkan langsung ceramah khalifah mereka di London.

Berikut kutipan dari situs Ahmadiyyah Indonesia tentang tanda-tanda kematian Mirza Ghulam Ahmad :

Pada bulan Desember 1905, Hazrat Ahmad as. mendapat ilham yang menerangkan bahwa saat kewafatan beliau telah dekat, oleh karenanya beliau menulis sebuah buku yang berjudul Al-Wasiat, yang disebar luaskan kepada seluruh warga Jemaat Ahmadiyah. Di dalamnya beliau as. memberitahukan bahwa saat kewafatan beliau telah dekat, dan menasihatkan agar Jemaat tenteram serta berbesar hati.

Demikian pula, berdasarkan ilham Ilahi, Hazrat Ahmad as. mengumumkan untuk membuat sebuah areal perkuburan khusus (Bahesyti Maqbarah), dan orang-orang yang akan dikebumikan disana harus memenuhi syarat-syarat yang telah ditentukan. Yakni mengurbankan paling sedikit 1/10 harta bendanya dan 1/10 dari penghasilannya setiap bulan untuk kepentingan Islam. Hazrat Ahmad as menjelaskan :
"Allah Taala telah memberi kabar suka kepada saya, bahwa di perkuburan itu hanya orang-orang ahli surga saja lah yang akan dikuburkan."

Lihat, kesesatan Ahmadiyyah yang meyakini pimpinan mereka menerima wahyu (meski diubah kata-katanya menjadi ilham), dan meyakini dengan yakni bahwa pimpinan mereka akan masuk serga.

Selain itu, kucuran dana Ahmadiyyah juga sangat besar. Untuk menggaji pegawainya saja Ahmadiyyah mengeluarkan sekitar 60 juta/bulan. Ahmadiyyah juga setiap bulannya membagikan brosur kepada masyarakat, membagikan buku-buku yang berisi ajaran Ahmadiyyah secara gratis kepada masyarakat. Semuanya itu dilakukan dari markas besar mereka di Parung Bogor, Jawa Barat di atas tanah seluas 15 ha.

Harus Diapakan Ahmadiyyah ?

Sejak kemunculannya, Ahmadiyyah telah ditentang oleh seluruh ulama. Namun, berkat bantuan Inggris yang menjajah India ketika itu, keberadaan Ahmadiyyah tetap langgeng bahkan semakin berkembang cepat. Ketika Pakistan melarang keberadaan Ahmadiyyah, khalifah atau pemimpin tertinggi mereka melarikan diri ke Inggris dan memindahkan markasnya pula ke sana.

Pasca kematian Mirza Ghulam Ahmad pada tahun 1908 M, kepemimpinan Ahmadiyyah berpindah secara estafet kepada seseorang yang kemudian diyakini sebagai khalifah, dan mendapat gelar Hadhrat. Kepemimpinan pertama Ahmadiyyah selepas kematian Mirza adalah Hadhrat Hafiz H. Hakim Nuruddin selaku khalifah I hingga meninggal tahun 1914 M. Selanjutnya dipilih khalifah II Mirza Bashiruddin Mahmud Ahmad yang memangku jabatan tersebut dari tahun 1914 hingga 1965. Kemudian, ia digantikan oleh khalifah III Hadhrat Hafiz Nasir Ahmad yang meninggal dunia tahun 1982. Selanjutnya kekhalifahan dijabat oleh khalifah IV Hadhrat Mirza Taher Ahmad hingga sekarang.

Ironisnya, di bulan Juni-Juli 2000 M, Ahmadiyyah yang telah difatwakan sesat oleh MUI, dinyatakan sebagai aliran kafir di luar Islam oleh Liga Dunia Islam di Mekkah, justru disambut dengan upacara penting di negeri ini oleh Dawam Rahardjo, Gus Dur, dan Amien Rais. Ketika itu, khalifah ke IV Ahmadiyyah, Taher Ahmad yang bermarkas di London, Inggris berkunjung ke Indonesia. Tentu saja sambutan kepada penerus nabi paslu tersebut akan mengakibatkan kaburnya pandangan umat Islam akan kesesatan dan menyesatkannya Ahmadiyyah. Bisa jadi, Ahmadiyyah akan dianggap sebagai ajaran yang benar, yang perlu juga dibela dan dilindungi sebagaimana pandangan awam saat ini. Padahal sudah jelas sejelas matahari di siang hari bahwa Ahmadiyyah adalah sesat dan menyesatkan!

Prof.KH. Ibrahim Hasan LML, Rektor IIQ Jakarta mewajibkan kaum muslimin untuk berjuang membubarkan Ahmadiyyah. Bahkan hampir seluruh ormas Islam ketika itu telah menandatangani kesepakatan agar Ahmadiyyah dibubarkan, karena telah menodai Al-Qur’an. Peristiwa itu terjadi pada bulan Juni 1995.

Syuriah Nahdatul Ulama, melalui Rois (Ketua) dan pelaksana harian syuriyahnya, KH Ma’ruf Amin, memutuskan bahwa Ahmadiyyah yang ada di Indonesia menyimpang dari ajaran Islam. Maka sudah seharusnya aliran yang memutar-balikkan Al Qur’an tersebut dilarang. Ahmadiyyah, menurut keputusan Syuriyah memutar-balikkan ayat Al-Qur’an, bahkan mengakui adanya nabi baru setelah nabi Muhammad SAW. Mirza Ghulam Ahmad dianggap sebagai nabi. Itu jelas menyimpang dari ajaran Islam dan harus dilarang, uangkap KH Ma’ruf Amin menjawab harian Pelita, Agustus 1995.

Sejak saat itu, kaum muslimin tiada henti menuntut pembubaran Ahamdiyyah di negeri ini. Lebih dari 10 tahun telah berlalu, umat Islam tidak henti dan tidak bosan menyuarakan kebenaran dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar, menolak keberadaan Ahmadiyyah yang sesat dan menyesatkan. Kaum muslimim yakin bahwa Ahmadiyyah adalah sebuah kemungkaran dan kemungkaran harus diingkari menurut kadar kemampuan. Karena jika kemungkaran seperti Ahmadiyyah tidak dihilangkan, maka akan menyebabkan negara dan umat akan binasa, sebagaimana hadits Rosul SAW :

“Maka jika mereka membiarkan mereka berbuat menurut keinginan mereka, niscaya mereka akan binasa, dan jika mereka mencegahnya, maka mereka semua akan selamat”.

Abdul Mun’im Halimah “Abu Bashir” dalam bukunya “Fatwa Mati Buat Penghujat” menyatakan, mencegah dan menjatuhkan sanksi hukuman terhadap pelaku kemungkaran tidaklah bertentangan ataupun berlawanan dengan keadaan Allah yang akan menghukumnya sendiri kelak di hari kiamat, sebagaimana firman Allah :

“Dan kami menunggu-nunggu bagi kalian bahwa Allah akan menimpakan kepada kalian adzab siksaan (yang besar) dari sisi-Nya, atau (adzab siksaan) dengan tangan-tangan kami.” (QS At Taubah : 52)

Adapun siksaan yang ditimpakan Allah kepada mereka melalui tangan-tangan kita adalah sewaktu mereka menampakkan kepada kita kebatilan dan kekafiran mereka. Sedangkan siksaan yang datang dari sisi Allah adalah kelak nanti pada hari kiamat, hari di mana mereka dibawa menghadap Allah SWT. Lalu, Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang amat pedih.

Wallahu’alam bis showab!


diambil dari www.arrahmah.com

Sajak Palestina

Bertahun berlalu, namun bukan keamanan yang mereka dapatkan di tanah air sendiri, di rumah sendiri. Bertahun berlalu, sejak kezaliman datang bagai hujan, memenuhi kota suci dengan bengis dari sebuah bangsa yang begitu kejam, sebuah bangsa yang telah menginjak-injak harga diri muslim Palestina. Membunuh adalah kesenangan para terlaknat Israel, membuat bangsa Palestina begitu menderita....
Takkan luntur sedikitpun semangat mereka mempertahankan dan meraih kembali tanah Palestina dari genggaman para terlaknat Zionis Israel.

Ingatlah, keberanian dan semangat jihad tak sekalipun luntur dari sosok manusia penghuni surga di Palestina, kekejaman hanyalah sebuah pemantik yang menyulut keberanian. Kebenaran akan terbukti walau ia masih membaur dengan kabut, namun seiring waktu berjalan, kebenaran itu akan tamapak bagai embun di atas daun dan menjadi sebuah pelangi yang abadi warnanya. Kebatilan akan hilang dengan sendirinya bagai danau yang menguap karena disinari cahaya kebenaran.

29 April 2009

Cuma Curhat

01 April 2009

Senja Yang Lelah

Senja Langit

Ia, berwarna sendu
Namun, masih berarif arti katanya
Ia, tiada peluh
Walau panas memusnahkan
Ia, tak lelah
Masih terdengar gelak tawanya
Ia, selalu berasa
Walau mungkin tak lama
Tanpa cinta...

24 March 2009

Senyum Senja

Senyum Senja

Senja berjanji, di atas sulaman awan akan menemani seorang tua renta menikmati secangkir teh hangat di atas kursi malas, karena dulu ia bertempur melawan manusia tak berotak yang berpikir menggunakan kedua lututnya. Namun, sekarang pun senja tak menepati janji, karena setan-setan bersayap lebar menutupi terangnya dari janji, setan-setan egois yang begitu sinting berpikir dengan mata kakinya dan tak sadar akan kesalahan dirinya setan yang hidup lebih rendah dari telapak kaki. Yaitu, orang-orang yang menutup mata dari kebenaran dan keadilan, orang-orang tolol membawa dirinya ke neraka dengan harta dari bukan haknya

17 March 2009

Malam

Ada yang berakhir dalam terang
Ada yang berakhir dalam gelap
Ada yang memejamkan mata dengan senyum
Ada yang memejamkan mata dengan air mata

Ada yang menanti mentari
Ada yang berharap waktu berhenti
Ada yang tak ingin sendiri
Ada yang ingin sepi

Lepas dari itu semua
Malam, terindah dengan senyum purnama
Malam, terindah dengan tarian bintang
Hingga semua terulang


(Dik Dik Fahruddin)